About

Friday, May 25, 2012

Legend of Hydra


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhja9yCs8Xaf4r1gLTPC-bO4gHAzdg7fZ2rFoKRW83hvQ94CURsLjsbSZQ8LrVGoNDzNOvA5vDx9Z9vRdrwsjPeptlNMwF13qBwDeyICL1UHyAkqOVnk3JS0HtVSQDbwaZVrecsB-gH5AM/s1600/hydra.gifHydra atau Lernaean Hydra merupakan monster berbentuk ular atau naga, yang memiliki sembilan buah kepala. Jika salah satu kepalanya dipotong, maka kepala tersebut akan tumbuh/membentuk lagi dua buah kepala yang baru. Dia mengeluarkan racun yang mematikan dari nafasnya pada setiap kali melangkah.
Sarang Hydra adalah di rawa-rawa di danau Lerna, di Argolid, dan dia bertugas sebagai penjaga pintu masuk ke Dunia Bawah. Hydra ialah keturunan dari Typhon dan Echidna.

Menurut mitologi Yunani, Hydra dari Lerna dibunuh oleh Hercules sebagai tugas yang kedua dalam salah satu dari "Dua Belas Tugas" yang harus dijalaninya demi sebuah penebusan dosa. Dikisahkan, setelah mencapai rawa dekat danau Lerna, tempat tinggal Hydra, Hercules menutupi mulut dan hidungnya dengan kain untuk melindungi dirinya dari asap beracun yang keluar dari nafas Hidra. Kemudian, dia menembakkan panah berapi ke sarangnya, mata air Amymone. Hydra sendiri hanya keluar dari guanya yang sangat dalam untuk meneror desa-desa di sekitarnya. Lalu Hercules pun berhadapan dengan Hydra, dengan menghunus sebuah pedang, dia menebas kepala-kepalanya.
http://aoirojoukai.validayne.net/Images/Hydra.jpg
Setiap kepala Hydra yang dipotongnya, tumbuh kembali menjadi dua. Keputusasaan merasuki perjuangan yang dilakukannya. Kelemahan dari Hydra, adalah bahwa hanya satu dari kepalanya yang abadi. Menyadari hal tersebut, Hercules meminta bantuan kepada keponakannya Iolaos. Iolaos lalu menggunakan batu api untuk membakar tunggul-tunggul leher Hydra pada setiap kali kepalanya dipenggal.
 
Setelah itu, satu kepala Hydra yang abadi ditempatkan di bawah batu besar pada tempat ritual suci antara Lerna dan Elaius, dan mencelupkan anak panahnya di darah beracun Hydra, dan tugas kedua Hercules pun selesai.

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More