About

Tuesday, May 22, 2012

Legend of Werewolf

Begitu beragamnya manusia jadi-jadian di bumi ini. Mulai dari manusia harimau atau manusia beruang di kawasan Asia, manusia hyena yang hidup di Afrika, manusia anjing hutan coyote diburu di Amerika Tengah, sedangkan manusia kadal berkeliaran di Selandia baru. Sama halnya dengan mitos babi ngepet atau leak dalam sebagian masyarakat kita, atau orang Barat yang memfiksikannya dalam film semisal An American Werewolf in London (1981) dan Wolf (1994) yang diperani Jack Nicholson.

Kisah tentang Werewolf atau Lycan tersebut terdapat dalam catatan-catatan Yunani kuno. Dalam mitologi Yunani Kuno, Raja Arcadia yang bernama Lycaon disebut telah dikutuk menjadi serigala oleh Dewa Zeus akibat mengorbankan dan memakan daging anaknya sendiri.

Kabarnya, pada saat bulan purnama, seorang manusia (dalam kondisi tertentu) akan berubah menjadi serigala. Tubuhnya menjadi tinggi dan kuat dengan mata yang merah menyala. 
Bedanya dengan serigala, Werewolf tidak memiliki ekor. Di Italia, Prancis, dan Jerman disebutkan, seseorang dapat berubah menjadi Werewolf dengan cara tidur diluar rumah pada saat bulan purnama (musim semi) yang jatuh pada hari Rabu atau Jumat tertentu.

Sedangkan, sebagian tradisi Roma dan Yunani percaya, jika manusia yang berubah menjadi serigala atas hukuman dewa. Sebab, ia telah mempersembahkan korban berupa manusia.

Mula-mula lycanthrope dipakai untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi binatang. Namun lama-lama istilah itu diaplikasikan khusus untuk orang yang di alam subnormal yakin mampu berubah bentuk. Keyakinan itu dikuatkan dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu di berbagai tempat, bahkan di negara beradab. Selera terhadap daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster. Namun secara nyata penderita lycanthrope tidak pernah berubah bentuk, suara, dan perilaku menjadi serigala.
Manusia serigala itu sendiri ada tiga macam. Pertama, melalui keturunan karena kutukan dari para leluhur sehingga menjadikan setiap keturunannya sebagai manusia serigala. Kedua, orang yang dengan sukarela menjadi serigala dengan alasan dan tujuan jahat. Ketiga, manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim itu justru membuatnya merasa malu.

Sebenarnya, transformasi (perubahan rupa) sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Ada juga yang tidak berubah wujud, tapi hanya meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekedar menakut-nakuti musuh.

Argumentasi tentang manusia serigala sangat beragam, tetapi belum sepenuhnya terungkap. Bahkan, kisah Werewolf hingga kini masih menjadi misteri.

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More